POSYANDU DAN PIN POLIO SEBAGAI KEGIATAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA GUNUNGBATU

 

Pemalang (1/25/2024) – Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu merupakan elemen penting yang berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan dan meningkatkan pemahaman akan pentingnya kesehatan pada setiap anggota masyarakat Desa Gunungbatu, terutama ibu dan anak. Pelayanan kesehatan meliputi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita serta imunisasi kepada anak seperti PIN Polio. PIN Polio adalah program imunisasi nasional untuk mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron akibat infeksi virus polio. Target PIN polio adalah anak-anak berusia 0 sampai 7 tahun.

Posyandu terselenggara pada 17 Januari 2024 di Balai Desa Gunungbatu. Ibu PKK, Petugas dari puskesmas Jatiroyom, dan Mahasiswa KKN UNSOED 2024 bersama-sama mengatur serta mengarahkan jalannya kegiatan. Mulai pukul 08.00 WIB, ibu dan balitanya berdatangan untuk mengambil nomor antrian. Dengan tugasnya masing-masing, antrian satu per satu dipanggil untuk dilakukan pengecekan berat badan, tinggi badan, dan imunisasi polio serta konsultasi perkembangan anak.

Keterlibatan aktif dari masyarakat Desa Gunungbatu pada kegiatan Posyandu dapat menciptakan perubahan positif dalam gaya hidup dan pola perawatan kesehatan untuk generasi yang lebih sehat dan berkualitas. Menjelang siang, antrian mulai longgar dan kegiatanpun diakhiri dengan bersih-bersih pasca kegiatan.

INTENSIFIKASI PEKARANGAN! MAHASISWA KKN UNSOED LAKUKAN PENANAMAN BIBIT CABAI DAN PENGENALAN PESTISIDA NABATI

Pemalang (1/22/2024) – Salah satu program KKN Universitas Jenderal Soedirman 2024 adalah intensifikasi pekarangan dengan melakukan penanaman bibit cabai. Melalui penanaman bibit cabai di pekarangan masyarakat, diharapkan lahan menjadi lebih produktif dan dapat memberikan ketersediaan pangan lokal. Mahasiswa KKN UNSOED berperan dalam memberikan pengetahuan mengenai cara perawatan tanaman cabai dan mengenalkan pestisida nabati.

Masyarakat Desa Gunungbatu dan Tim KKN UNSOED 2024 bersama-sama melakukan penanaman 70 bibit cabai pada 8 Januari 2024. Kegiatan diawali dengan memberikan penjelasan terkait langkah-langkah penanaman cabai serta memperkenalkan pestisida nabati yang dibuat dengan bahan organik meliputi lengkuas, bawang putih, dan tembakau. Media tanam yang digunakan berupa tanah, pupuk sekam dan pupuk kandang dicampur kemudian dimasukan ke dalam planterbag.

Bibit cabai dibagikan ke perwakilan setiap RT Desa Gunungbatu dan dilakukan monitoring pertumbuhan bibit cabai. Monitoring bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap perawatan tanaman cabai seperti pemberian pupuk NPK, penyemprotan pestisida nabati, dan lain sebagainya.